Sebelum Meninggal Tertabrak Truk, Bocah 5 Tahun Ini Sempat Bilang ke Orangtuanya Rumah Kita Akan Ramai Orang Sedekahan
taufik mou
Juli 31, 2021
0
Pilunya hati Irma Purnamasari (28) menghadapi kenyataan putra semata wayang yang begitu ia cintai telah tak bernyawa.
Anak Irma yang masih berusia 5 tahun meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan truk tangki air.
Ia bahkan berkali-kali pingsan melihat jenazah anaknya yang sangat dia cintai itu.
MA (5 Tahun), meninggal dunia terlindas truk tangki air tak jauh dari rumahnya.
MA adalah putra semata wayang dari pasangan Suhendar (28) dan Irma Purnamasari (28).
Sebelum peristiwa mengenaskan yang menimpanya, MA sempat mengungkap hal yang tak disangka-sangka sebagai firasat sebelum meninggal dunia.
Tidak tahu kalau itu adalah firasat," kata kakek MA, Suandi, Jumat (4/9/2020).
Seperti diketahui, MA tewas setelah tubuhnya telindas truk di jalan Lettu Karim Kadir, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Palembang tak jauh dari rumah korban pada Kamis (3/9/2020) sekitar pukul 18.00 WIB.
Nyawa bocah kecil itu tak tertolong seusai dihantam truk bernomor polisi BG 8220 MO.
Korban bocah 5 tahun itu menderita luka cukup parah di bagian kepalanya usai ditabrak truk.
Sang sopir truk maut yang menabrak MA pun dikabarkan melarikan diri dan meninggalkan truknya di pinggir jalan.
MA merupakan putra semata wayang dari pasangan Suhendar (28) dan Irma Purnamasari (28).
Sebelum meniggal dunia, MA sempat menyampaikan firasatnya kepada sang orangtuanya.
Namun, saat itu orangtua korban belum memahami maksud dari ucapan anaknya tersebut.
Keluarga korban baru menyadari maksud ucapan bocah 5 tahun itu setelah korban meninggal dunia.
Hal itu disampaikan Suandi, kakek korban saat mengenang ucapan cucunya.
Menurut Suandi, dua hari sebelum meninggal dunia akibat tabrak lari tersebut, korban sempat berbicara kepada orangtuanya bahwa tak lama lagi bakal ada keramaian di rumahnya.
“2 hari sebelum kejadian dia sempat ngomong bersiaplah sebentar lagi ada orang ramai-ramai ke rumah kita mau sedekahan. Tidak tahu kalau itu adalah firasat,” ucap Suandi seraya mengusap air matanya.
Pihak keluarga baru memahami ucapan MA saat korban telah tiada.
Bahkan dikatakan kakek korban, pada 17 Agustus lalu lebih tepatnya pada saat korban mengikuti lomba 17 Agustus korban terlihat haru pada saat dipandang.
Tidak tahu, waktu sudah tiada baru tahu maksud dari omongan dia itu.

Tidak ada komentar